Semakin berat derajat asfiksia maka semakin besar peluang terjadinya kematian pada bayi baru lahir. Selain kematian, asfiksia neonatorum juga dapat menimbulkan berbagai dampak bagi bayi. Faktor risiko kejadian asfiksia diantaranya adalah faktor usia beresiko ibu saat melahirkan dan paritas yang tinggi yang dapat menyebabkan terjadinya penyulit kehamilan dan persalinan. Berdasarkan studi pendahuluan 2019 diperoleh data rumah sakit sumber kasih kota cirebon merupakan penyumbang terbanyak asfiksia di kota cirebon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor usia dan paritas ibu dengan derajat asfiksia di ruang perinatologi rumah sakit sumber kasih cirebon. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi baru lahir dengan diagnosa asfiksia yang telah dirawat di rumah sakit sumber kasih cirebon pada tahun 2019 sebanyak 51 kasus asfiksia neonatorum. Jumlah sampel 51 responden (total sampling). Sebagian besar ibu tergolong ke dalam kategori umur beresiko (<20 thn dan >35 tahun). Sebagian besar ibu tergolong ke dalam kategori paritas beresiko. Lebih dari separuhnya bayi lahir dengan derajat asfiksia sedang. Ada pengaruh yang signifikan antara usia ibu dengan dengan derajat asfiksia di ruang perinatologi rumah sakit sumber kasih cirebon, yang dibuktikan dengan nilai p value=0,000. Ada pengaruh yang signifikan antara tingkat paritas ibu dengan dengan derajat asfiksia di ruang perinatologi rumah sakit sumber kasih cirebon, yang dibuktikan dengan nilai p value=0,001.
Copyrights © 2021