Penelitian ini merupakan kajian kualitatif terhadap karya sastra Sunda yang dilatarbelakangi oleh pola pikir manusia yang kurang peduli terhadap lingkungan. Karya sastra sebagai produk budaya, di dalamnya sarat dengan tanda dan lambang-lambang yang dapat diresapi oleh pembacanya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan keterkaitan antara karya sastra dengan keadaan alam atau lingkungan, khususnya yang terdapat dalam novel Numbuk di Sué karya Moh. Ambri. Adapun metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitis dengan teknik telaah pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ekologi sastra dalam novel Numbuk di Sué karya Moh. Ambri menggambarkan kerusakan alam yang disebabkan oleh manusia, di antaranya membakar hutan ketika memburu badak. Selain itu, juga terdapat hubungan antara tokoh cerita dengan alam serta gambaran latar ekologis tentang keadaan alam. Melalui kajian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang ekokritik khususnya dalam khazanah sastra Sunda.
Copyrights © 2019