Persediaan obat pada Apotek adalah hal penting demi terpenuhinya kebutuhan konsumen yang datang pada apotek untuk membeli obat yang sesuai dengan resep dokter atau tidak Selain itu, manajemen ketersediaan obat membantuk pihak Apotek dalam meminimalisir kerugian.Untuk membantu memanajemen ketersediaan obat digunakan teknik Market Basket Analysis yang dapat digunakan untuk menganalisa pola perilaku konsumen untuk mendapatkan rule dan item terbaik. Pada Penelitian ini menggunakan algoritma ECLAT dan Economic Order Quantity. Adapun hasil percobaan menggunakan algoritma ECLAT yaitu mendapatkan 6 rule, obat Ibuprofen dan Piroxicam menjadi item yang sering dibeli secara bersamaan dengan nilai support 1.63% dan confidence 40.30% dengan nilai lift ratio 5.65. Selanjutnya hasil dari metode Economic Order Quantity untuk obat Ibuprofen direkomendasikan jumlah pemesanan sebanyak 159 strip, frekuensi pemesanan sebanyak 18 kali dengan jarak pemesanan 20 hari. Sedangkan untuk obat Piroxicam direkomendasi jumlah pemesanan sebanyak 158 strip,frekuensi pemesanan sebanyak 20 kali dengan jarak pemesanan 18 hari untuk periode berikutnya.
Copyrights © 2022