Air sebagai sumberdaya alam yang sangat penting, dibutuhkan di berbagai kegiatan masyarakat, pertumbuhan penduduk di Indonesia yang pesat khususnya di kota-kota besar telah mendorong peningkatan kebutuhan akan lingkungan. Hal tersebut mengakibatkan timbulnya permasalahan pada sistem sanitasi lingkungan, penelitian ini menggunakan koagulan biji trembesi sebagai biokoagulan, tawas dan FeCl3 sebagai koagulan kimia, Dari penelitian ini didapatkan hasil variasi pH (rentang asam, basa dan netral) dan dosis koagulan 32mg/l, 40mg/l, 56mg/l, 64mg/l dan 72mg/l berpengaruh pada penelitian ini, terjadi penyisihan TSS hingga 79,51% menggunakan biokoagulan, sedangkan pada Alumunium Sulfat penyisihan terjadi 88,68% dan Ferri Klorida 92,02%. Perbandingan koagulan dilakukan agar mengetahui efektifitas biokoagulannetral) dan dosis koagulan 32mg/l, 40mg/l, 56mg/l, 64mg/l dan 72mg/lberpengaruh pada penelitian ini, terjadi penyisihan TSS hingga 79,51%menggunakan biokoagulan, sedangkan pada Alumunium Sulfat penyisihanterjadi 88,68% dan Ferri Klorida 92,02%. Perbandingan koagulandilakukan agar mengetahui efektifitas biokoagulan
Copyrights © 2020