Dipo Lokomotif Sidotopo Surabaya merupakan sarana bengkel untuk melakukan perawatan dan pemeriksaan rangkaian lokomotif kereta api. Dalam menunjang kegiatan operasionalnya, perusahaan ini berusaha menjadikan SMK3 sebagai upaya perlindungan bagi pekerjanya untuk meminimalisir adanya risiko bahaya yang ditimbulkan dari aktivitas kerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan SMK3 dan faktor-faktor kegagalan yang terjadi ruang bengkel. Metode yang digunakan adalah FMEA dengan faktor kegagalan yang dianalisa diberikan rating severity, occurance, detection, dan RPN. Perhitungan nilai RPN untuk memberikan rekomendasi dari potensi bahaya paling tinggi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan Dipo Lokomotif Sidotopo Surabaya telah mengimplementasikan hierarki pengendalian risiko berdasarkan Klausul 8 ISO 45001:2018 yaitu pengendalian operasional dan kesiapan tanggap darurat dengan ditemukan faktor kegagalan kerja dengan potensi bahaya paling tinggi adalah tersengat listrik
Copyrights © 2021