Air sungai masih mengandung banyak partikel tersuspensi (TSS) ataupun koloid. Hal ini bisa menyebabkan air sungai menjadi keruh, sehingga baku mutunya tidak terpenuhi dan tidak layak digunakan untuk air bersih. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk proses pengolahan air bersih yaitu koagulasi-flokulasi dengan sistem hidrolis. Adapun pengadukan hidrolis yang digunakan yakni Pipa Circular untuk pengadukan cepat dan Baffle Channel sebagai pengadukan lambat. pada penelitian kali ini variasi yang digunakan yaitu dosis koagulan (65,75,85, dan 95 mg/L), waktu pengendapan (30,60, dan 90 menit), debit aliran (8, 10, dan 12 L/menit), dan diameter linkar selan (20, 30, dan 40 cm) guna mengetahui adanya pengaruh penyisihan TSS maupun kekeruhan. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa pengadukan hidrolis mampu meremoval kadar TSS sebesar 82,54% dan kekeruhan sebesar 80,89% pada dosis optimum 85mg/L dengan diameter lingkar selang 20 cm.
Copyrights © 2021