Kinerja reksa dana merupakan salah satu faktor diantara banyak aspek penting yangmenentukan dalam penentuan keputusan investasi. Banyak cara yang dapat digunakanuntuk mengukur kinerja reksa dana, mulai dari Sharpe Ratio, Treynor Ratio hinggaJensen Alpha. Salah satu metode yang cukup baik dalam menjelaskan kinerja reksadana saham pada khususnya adalah metode Jensen Alpha yang awalnya didesaindengan basis model standar CAPM yang dikembangkan Sharpe (1964). Pada penelitianini akan diimplementasikan perhitungan Jensen Alpha untuk mengukur kinerja reksadana saham di Indonesia namun menggunakan basis Capital Asset Pricing Model 4faktor yang dikembangkan oleh Carhart (1997). Model CAPM 4 faktor yang menjadidasar perhitungan selain akan menghasilkan nilai kinerja yang dilihat dari nilaikonstanta intercept (á) hasil regresi juga akan menghasilkan indikasi pengaruh dari 4faktor lain untuk menjelaskan kinerja reksa dana saham di Indonesia, yaitu: kelebihantingkat pengembalian pasar saham (Rm – Rf), kapitalisasi saham (SMB), rasio nilai bukuterhadap nilai pasar saham (HML), dan faktor momentum pasar saham (WML). Daripenelitian ini didapat hasil bahwa selama periode pengujian 2004 – 2011, reksa danasaham di di Indonesia tidak menghasilkan excess return, dengan kecenderungan gayainvestasi yang mengikuti portofolio pasar, dan memilih saham – saham yang secarasejarah memiliki tingkat pengembalian yang tinggi.
Copyrights © 2020