Warta Perkaretan
Vol. 36 No. 1 (2017): Volume 36, Nomor 1, Tahun 2017

KAJIAN EKONOMI PENUNDAAN BUKA SADAP SEBAGAI SOLUSI UNTUK MENGHADAPI HARGA KARET RENDAH

dwi shinta agustina (Sembawa Research Centre, Indonesian Rubber Research Institute)
eva herlinawati (Sembawa Research Centre, Indonesian Rubber Research Institute)
Iman Satra Nugraha (Sembawa Research Centre, Indonesian Rubber Research Institute)



Article Info

Publish Date
15 Jun 2017

Abstract

Abstrak Agribisnis karet saat ini sedang mengalami kondisi yang kurang menguntungkan. Hal ini disebabkan oleh menurunnya harga karet beberapa tahun terakhir serta meningkatnya biaya produksi terutama biaya penyadapan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dan dapat menjadi suatu pemikiran adalah dengan melakukan penundaan buka sadap tanaman karet. Tulisan ini mengkaji penundaan buka sadap tanaman karet dengan dua pendekatan yaitu: penundaan buka sadap tanaman karet dengan merubah kriteria matang sadap pohon dari 45 cm menjadi 50 cm; dan penundaan buka sadap tanaman karet dengan merubah kriteria persentase matang sadap kebun. Analisis menggunakan data percobaan Lukman (1979; 1980), Samuel et al. (2012), Hendratno dan Amypalupy (2008), dan Nugraha et al. (2015). Hasil kajian menunjukkan bahwa penundaan buka sadap dengan merubah lilit batang dari 45 cm menjadi 50 cm dapat meningkatkan produktivitas per penyadap. Penundaan buka sadap hingga lilit batang mencapai 50 cm akan ekonomis dengan pemilihan klon yang memiliki produktivitas awal yang tinggi. Untuk  menunda buka sadap dari lilit batang 45 cm menjadi 50 cm diperlukan waktu 6-12 bulan tergantung kerapatan tanaman dan jenis klon. Kriteria matang sadap kebun yang berbeda sesuai jenis klon dan perubahan harga masih menguntungkan secara ekonomis. Perlu kajian yang lebih luas mengenai penundaan buka sadap. Kata kunci: karet, buka sadap, penundaan Abstract Currently, agribusiness of rubber is experiencing unfavorable condition. This is due to the declining of rubber price in the last few years as well as increasing of cost of production especially the cost of tapping. An effort that could be done was by delaying the opening of rubber. This paper examines the delay in opening of rubber with two approaches, i.e. delaying of rubber opening by changing the criteria of tree maturity for tapping  from 45 cm to 50 cm; and delaying of rubber opening by changing the criteria for the percentage of mature tree. Analysis was conducted using the data of Lukman (1979;1980), Samuel et al. (2012), Hendratno and Amypalupy (2008), and Nugraha et al. (2015). The results showed that the delay of opening by changing the girth of 45 cm to 50 cm could increase productivity per tapper. Delaying of opening until reaching the girth of 50 cm will be economical with the selection of clones that have high initial productivity. To delay opening from the girth of 45 cm to 50 cm took 6-12 months depending on the density of the plants and clones. Criteria of field tapping maturity to suit different types of clones and price changes are still economically viable. A broader study on the delaying of rubber opening was needed. Keywords: rubber, opening, delaying

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

wartaperkaretan

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Chemical Engineering, Chemistry & Bioengineering Materials Science & Nanotechnology

Description

Focus and Scope Warta Perkaretan is medium for dissemination the latest rubber technology for rubber industry, estate practitioners, and other general users. Warta Perkaretan contains scientific articles in the form of natural rubber research, survey/study in of pre-harvest, post-harvest, and review ...