Permasalahan drainase di daerah Sempaja Utara Kota samarinda saat ini menghadapi problema yang cukup serius. Kondisi drainase yang ada banyak menghadapi berbagai masalah. Sebagai indikator dari permasalahan drainase antara lain adalah berupa banjir/ genangan baik yang bersifat lokal (setempat) atau yang bersifat lebih luas. Hal tersebut yang menimbulkan permasalahan di lingkungan permukiman, sarana prasarana transportasi dan prasarana publik yang lain sehingga dapat menyebabkan teragnggunya kegiatan ekonomi. Evaluasi kinerja sistem drainase dilakukan dengan membandingkan debit yang masuk dan kapasitas tampang saluran. Dalam analisis ini debit rencana diperoleh dengan menggunakan analisis hidrologi debit banjir kala ulang 10 tahunan untuk saluran sub makro sedang untuk saluran drainase mikro menggunakan debit banjir kala ulang 5 tahunan. Analisis hidrolika kapasitas tampang saluran dengan menggunakan persamaan Manning. Debit banjir rancangan ini menggunakan kala ulang 2, 5, 10, 20 dan 50 tahun dengan menggunakan metode distribusi gumbel hasil perhitungan untuk kapasitas awal saluran = 4,891 m3 /detik dan untuk debit banjir rancangan pada kala ulang 2 tahun 13,553 m3/detik, kala ulang 5 tahun 17,500 m3/detik, kala ulang 10 tahun 20,112 m3/detik, kala ulang 20 tahun 22,619 m3/detik, dan untuk kala ulang 50 tahun 25,863 m3/detik. Dari analisa diatas dapat kita simpulkan bahwa saluran drainase pada kawasan Jalan K.H Wahid Hasyim memerlukan perencanaan ulang kapasitas saluran, karena kapasitas saluran yang ada jika dibandingkan dengan debit banjir rancangan maka hasilnya minus atau kondisi sudah tidak aman dalam menampung debit banjir rencana kala ulang 2 tahun hingga seterusnya. Kata Kunci : evaluasi, drainase, debit rencana, kapasitas saluran
Copyrights © 2022