Abstrak Tingginya intensitas perekok mendorong keseriusan pemerintah dalam mengambil kebijakan mulai dari peringatan bahaya rokok yang baru, dan terkesan lebih frontal. Jika sebelumnya peringatan yang tercantum hanya sebatas redaksi untuk menghindari bahaya rokok, kini melalui ketetapan peraturan mentri kesehatan berkaitan dengan pengendalian prevalensi jumlah perokok sekaligus untuk menekan angka kematian disebabkan berbagai penyakit kronis, mengharuskan setiap perusahaan rokok baik rokok “lentingan” (hanmade product) maupun rokok produksi industrial untuk mencantumkan tanda visual berupa gambar-gambar penyakit kangker akibat terpapar racun dari setiap batang rokok. Tujuan Penelitian adalah untuk melihat arah, kekuatan dan singnifikansi korelasi antara Media promosi Rokok Berbahaya pada anak terhadap intensitas merokok. Alat analisi yang digunakan adalah Korelasi Kandall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arah korelasi bernilai positif dimana semakin tinggi promosi kesehatan akan semakin menurunkan intensitas merokok, kekuatan korelasi sangat kuat dengan nilai korelasi 0.726 hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi promosi akan semakin kuat memberikan penurunan pada intensitas merokok, uji hipotesis menunjukkan bahwa ada korelasi antara Media promosi bahaya merokok pada anak terhadap intensitas merokok. Kata Kunci : Media Promosi, Intensitas Merokok, Korelasi
Copyrights © 2016