Banjir dan kekeringan yang sering terjadi di hilir DAS Bengawan Solo merupakan permasalahan yang sudah ada sejak dahulu. Hal ini memicu pemerintah membuat pengembangan sumber daya air dengan sebuah Master Plan dimana sedang dalam pembangunan bendung gerak keempat di sungai Bengawan Solo Hilir, yaitu Bendung Gerak Karangnongko. Salah satu upaya mengatasi permasalahan tersebut dengan membuat Pemodelan Numerik Sungai Bengawan Solo untuk pembangunan Bendung Gerak Karangnongko dengan bantuan program HEC-RAS. Salah satu langkah pembuatan model numerik akan memasukkan nilai parameter pada setting model, yang kemudian akan dijalankan dan dianalisis hasilnya. Hasil analisis yang dilakukan menyimpulkan bahwa hasil simulasi tinggi muka air menggunakan unsteady-flow berpengaruh terhadap nilai manning yang digunakan. Hasil dari kalibrasi yang dilakukan didapatkan nilai RMSE antara 0,105 – 0,665
Copyrights © 2021