Hujan dan aliran merupakan sebuah fenomena alam yang berkaitan dimana hujan merupakan salah satu penyebab terjadinya aliran air dipermukaan tanah. Dalam proses terjadinya hujan menjadi aliran terdapat banyak parameter yang berpengaruh seperti tinggi curah hujan, karakteristik tanah dan tutupan lahan. Lokasi yang dipilih adalah DAS Kali Lamong dikarenakan pada DAS Kali Lamong memiliki potensi air yang belum termanfaatkan dan juga waktu musim penghujan sering terjadi banjir. Untuk mengetahui besar pengaruh dari parameter yang berpengaruh maka dibuat model hujan-aliran. Dalam pembuatan model hujan-aliran metode yang digunakan adalah SCS curve number dengan program bantu HEC-HMS. Setelah dilakukan pemodelan hujan-aliran hasil dari simulasi akan dibandingkan dengan debit observasi yang tersedia pada AWLR Boboh untuk mengetahui keandalan dari model yang telah dibuat. Berdasarkan hasil pemodelan data hujan tahun 2011 didapatkan nilai NSE 0.5961 dengan debit maksimum 223.9 m3/s yang terjadi pada tanggal 25 Maret 2011.
Copyrights © 2021