Dengan berkembangnya taraf hidup masyarakat pedesaan di Jayapura, maka keandalan sistem distribusi primer sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik. Oleh karena keandalan jaringan distribusi primer yang masih rendah di UPL (Unit Pelayanan Listrik) Yarmokh, akan diperbaiki dengan ditempatkannya sebuah Gardu Induk Sisipan untuk membagi luas daerah pelayanan. Gardu Induk Sisipan sangat dimungkinkan dibangun mengingat jaringan transmisi 150 kV telah beroperasi. Jaringan transmisi tersebut menggunakan material Aktiva Tetap Tidak Bergerak (ATTB) yang tersedia di PLN. Penelitian ini bertujuan membandingkan keandalan jaringan distribusi primer sebelum dan sesudah pemasangan gardu induk sisipan agar dapat digunakan sebagai rekomendasi untuk meningkatkan keandalan pada sistem tersebut. Berdasarkan kedua metoda perhitungan didapatkan hasil nilai SAIDI pada masing-masing penyulang masih sesuai dengan standart PLN sebesar 4,364 jam/tahun dan untuk hasil nilai SAIFI pada masing-masing penyulang masih sesuai dengan standart PLN sebesar 1,199 jam/tahun.
Copyrights © 2021