Dalam melakukan penugasan, atasan tidak disarankan membuat keputusan dengan mengandalkan intuisi dan pengalaman saja, tetapi harus berdasarkan fakta. Sedangkan keputusan berdasarkan fakta akan lama atau sulit dilakukan dengan cara konvensional. Pokok permasalahan dalam pengembangan ini adalah belum diketahui disposisi penugasan yang optimal serta belum tepatnya distribusi penugasan pembuatan litmas (penelitian kemasyarakatan) kepada setiap pembimbing kemasyarakatan (PK) di Balai Pemasyarakatan Bogor. Tujuan dari pengembangan ini adalah: 1) Mengetahui disposisi penugasan pembuatan litmas setiap PK yang optimal, 2) Membuat distribusi litmas dengan tepat kepada PK sesuai dengan jabatan, 3) Serta membuat aplikasi penugasan pembuatan litmas. Teori yang digunakan dalam pengembangan aplikasi ini yaitu menggunakan algoritma Hungarian, pelaksanaan pengembangan menggunakan metode prototype, dan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa: 1) Aplikasi yang dibuat mampu menghasilkan solusi optimal dalam melakukan penugasan sesuai jabatan fungsional, 2) Aplikasi yang dibuat sudah baik dalam hal kemudahan penggunaan, dan membuat distribusi litmas dengan tepat kepada PK, dan 3) Hasil unjuk kerja sistem penugasan masuk dalam kategori “Sangat Layakâ€. Nilai persentase hasil pengujian pada sistem untuk setiap faktor, yaitu: functionality sebesar 90 %, efficiency sebesar 92 %, dan usability sebesar 92 %. Persentase total dari kualitas sistem adalah 86,4 % (Sangat Layak). Â
Copyrights © 2022