Pertambangan emas rakyat di Indonesia umumnya memanfaatkan merkuri sebagai pengikat mineral emas dari mineral pengotor atau metode amalgamasi. Penggunaan merkuri dapat mengakibatkan degradasi lingkungan, dikarenakan tidak sesuai dengan aturan tentang perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang tertera didalam UU No.32 Tahun 2009. Studi ini bertujuan untuk mengetahui dampak limbah merkuri dari pengolahan pertambangan emas rakyat, mengetahui kemampuan zeolit dalam menurunkan kadar merkuri, menentukan metode yang lebih efektif hingga sesuai dengan ambang batas baku mutu lingkungan sebesar 0,0010 ppm sesuai PP No. 82 Tahun 2001, serta menentukan estimasi biaya penggunaan zeolit dalam satu tahun sesuai tingkat produksi. Zeolit merupakan senyawa alumina silikat dengan struktur berongga dan berpori molekul air yang dapat mudah dipertukarkan sehingga dapat mengasorbsi air. Perolehan data merupakan hasil studi literatur mengenai metode pemanfaatan zeolit pada pertambangan emas rakyat. Metode pemanfaatan zeolit dapat dilakukan bergantian dengan metode penyaringan up flow, menggunakan tyler sieve ASMR, dan catu. Dari studi yang dilakukan terhadap 3 (tiga) metode zeolit terbukti mampu mengurangi kandungan merkuri rata rata 99,2342 % dengan ukuran optimal penggunaan zeolit 20 – 200 mesh. Metode up flow dengan campuran zeolit dan karbon aktif mampu munurunkan kadar merkuri sesuai dengan ambang batas baku mutu lingkungan. Penggunaan zeolit tergolong ekonomis dengan estimasi biaya berkisar Rp 2.000.000 – 5.000.000 pertahun menyesuaikan kapasitas produksi. Perencanaan pemanfaatan zeolit harus dilakukan agar hasil yang diperoleh lebih optimal.
Copyrights © 2020