Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI

ANALISIS KESTABILAN TANGGUL DITINJAU DARI NILAI DAYA DUKUNG TANAH PADA DAERAH PENAMBANGAN BAUKSIT TAYAN KALIMANTAN BARAT

Nisrina Zaida Ulfa (PT ANTAM Tbk, – Unit Bisnis Penambangan Bauksit, Tayan, Indonesia)
Pherto Rimos (PT ANTAM Tbk, Geomin – Unit Explorasi, Jakarta, Indonesia)



Article Info

Publish Date
15 Mar 2021

Abstract

Pada kegiatan penambangan, faktor-faktor pendukung untuk menunjang keberlangsungan kegiatan penambangan harus selalu diperhatikan. Salah satunya yaitu infrastruktur tambang (sediment pond) yang harus dikaji terkait faktor keamanannya. Umumnya daerah penambangan bauksit UBPB Kalbar berada pada area yang berbukit dan memiliki banyak rawa, sehingga dengan kondisi seperti ini kajian infrastruktur harus sangat diperhatikan dalam  proses sirkulasi air yang digunaan pada saat proses pencucian bauksit. Maka dari itu, kestabilan lereng tanggul sediment pond merupakan bagian yang sangat difokuskan pada penelitian ini. Beban yang diterima tanggul, diteruskan sampai ke lapisan tanah di bawahnya. Kemampuan tanggul memikul beban disebut daya dukung tanggul,  Besarnya daya dukung dan penurunan pondasi tanggul dapat diketahui dengan melakukan uji DCP dan CBR lalu dilanjutkan dengan pemodelan metode elemen hingga dengan kriteria keruntuhan Mohr-Coulomb. Dari kedua pengujian tersebut dapat dilihat nilai kekuatan daya dukung tanah pada setiap area tanggul. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis kapasitas daya dukung tanah dan penurunan/settlement pada tanggul kolam sedimen UBPB Kalbar dengan metode elemen hingga dan membandingkan hasilnya dengan interpretasi uji DCP dan CBR. Analisis tersebut menggunakan data penyelidikan tanah di lapangan dan hasil uji laboratorium.Hasil dari perhitungan nilai CBR (CBRconversi) yang dikonversi dari data DCP lapangan memperlihatkan hasil yang sesuai dengan keadaan aktual dilapangan. Nilai CBR pada tanggul sediment pond 0,42 – 18,08 % dengan nilai daya dukung tanah (DDT) sebesar 1,77 - 64,66 ton/m2, dengan ground pressure sebesar 43,75 kN/m2, menghasilkan penurunan/settlement tanggul sebesar 0,05-0,15 m. Dengan menggunakan metodologi yang sama, perbandingan dan pemodelan numerik dilakukan pada setiap area tanggul. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa area tanggul masih dapat menahan beban dari peralatan tambang yang berupa dump truck dan excavator. Namun, nilai tersebut masih sangat bervariasi dan masih memiliki nilai DDT di bawah 2 ton/m2. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk dilakukan perkerasan material pada area ini.Hasil dari analisis ini perlu diperkuat dengan adanya pemantauan rutin terhadap area tanggul yang akan dilewati oleh alat berat.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

prosiding

Publisher

Subject

Chemical Engineering, Chemistry & Bioengineering

Description

PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI di terbitkan oleh PERHAPI dan terbit tahunan dan mempunya ISSN 2686-2603 (Online) & ISSN 2685-8908 (Cetak). ...