yang memiliki nilai jual secara ekonomi. Keberadaan kegiatan pertambangan telah memberikan manfaat secara ekonomi bagi berbagai pemangku kepentingan. Selain itu pertambangan juga menghasilkan limbah yang berpotensi mencemari lingkungan. Salah satu upaya dalam pengelolaan limbah pertambangan adalah dengan melakukan pemanfaatan. Makalah ini bertujuan untuk menganalisa nilai tambah (added value) dari limbah yang dihasilkan oleh kegiatan pertambangan. Metode yang digunakan adalah valuasi moneter terhadap penghematan biaya pengadaan material dan biaya pemulihan lingkungan (remediasi). Studi kasus pemanfaatan oli bekas untuk kegiatan peledakan digunakan sebagai kasus perhitungan nilai tambah. Total value added dari penggunakan oli bekas untuk studi kasus pada makalah ini adalah sebesar Rp 284.718.574,50 yang didapatkan dari tiga komponen valuasi moneter: biayapengolahan oli bekas(BP), biaya penghematan FO (VFO), danmanfaatterhindarnya tanah daripencemaran OB (VL). Namun demikian, perbedaan asumsi yang digunakan akan memberikan value added yang berbeda pula sehingga karakteristik dari prosentase penggunaan oli bekas dan harga pasar yang berlaku terhadap fuel oil dan biaya pengolahan limbah merupakan parameter utama dalam perhitungan ini.
Copyrights © 2020