Pada kondisi penurunan harga batubara seperti saat ini, menuntut untuk dilakukanya optminasi di area penambangan batubara. Salah satunya adalah penurunan Stripping Ratio (SR). Hal ini menjadi tantangan karena area bernilai SR kecil berada di cekungan tambang atau sump, yang masih terdapat genangan air dan lumpur. Lumpur sump merupakan kumpulan material sedimen hasil pengendapan di area sump selama proses penambangan berlangsung. Pengangkutan lumpur dalam operasional penambangan batubara diperlukan jika area sump akan dioptimalkan kembali. Hal ini bagi kontraktor pertambangan merupakan tantangan tersendiri, karena selain bekerja di area lumpur merupakan kegiatan yang beresiko tinggi, pengangkutan lumpur juga merupakan kegiatan yang membutuhkan biaya operasional yang cukup besar. Pengangkutan lumpur juga wajib dilakukan dengan sekuen penambangan yang tertukur dengan baik dan waktu yang tepat. Studi kasus pengangkutan lumpur ini berada di Pit C1 konsesi area PT. Berau Coal, site Binungan blok 8, di area kerja PT. Pamapersada Nusantara. Dimana di semester 2 tahun 2020 ini terdapat target pengambilan lumpur sump dengan estimasi lumpur sebanyak 179.531 m3 agar batubara dibawah lumpur sump tersebut dapat diambil. Penggunaan metode konvensional dengan truck and shovel telah dilakukan, namun dengan productivy angkut hanya sekitar 400-500 m3/jam dan perlu adanyanya tambahan material overburden sebagai pencampur lumpur dengan perbandingan 1:1 secara berlanjut. Hal ini menyebabkan waktu yang diperlukan akan terlalu lama dan tidak efisien. Selain itu juga jalan tambang menjadi rusak dan tidak aman karena tumpahan lumpur yang diangkut.Melihat kondisi tersebut, maka perlu dilakukan penelitian dan perbaikan agar lumpur dapat segera diangkut keluar pit dengan cepat, efisien dan aman. Oleh karena itu, dilakukanlah kajian mengenai metode pengangkutan lumpur menggunakan slurry pump. Dengan produksi yang dapat mencapai 6237 m3 perhari dan tidak memerlukan material overburden (OB) pencampur, maka metode ini dapat menjadi pilihan dalam pengangkutan lumpur sump di Pit C1 site Binungan blok 8.
Copyrights © 2020