Proteinuria merupakan salah satu penanda klinis penurunan fungsi ginjal dan merupakan marker yang paling sering ditemukan pada kasus hipertensi. Deteksi dini menggunakan metode dipstik test urin adalah metode yang paling dapat dilakukan khususnya pada pelayanan kesehatan tingkat pertama di daerah terpencil. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui prevalensiproteinuria pada pasien hipertensi di puskesmas daerah terpencil Kabupaten Rote Ndao dengan laboratorium sederhana dipstik urin. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode potong lintang, sebanyak 70 subyek dengan riwayat hipertensi dilakukan pemeriksaan proteinurin dan wawancara faktor resiko kemudian dianalisa dalam studi ini. Hasil analisis data menunjukan 40% subyek memiliki proteinuria dengan tingkatan +1 sampai dengan +3. Faktor-faktor yang dianggap mempengaruhi proteinuria secara statistik meliputi lama hipertensi, derajat hipertensi, status gizi, riwayat diabetes, konsumsi garam, dan riwayat penyakit keluarga.
Copyrights © 2020