Beternak babi selain dapat memberi prospek yang baik, juga memberi dampak yang buruk bagi lingkungan. Pencemaran lingkungan yang ditimbulkan berupa pencemaran air, darat, dan udara. Bau kotoran dan sisa pakan sangat mengganggu, kualitas lingkungan sehingga tidak berfungsi sesuai dengan kegunaanya. Selain itu, berpotensi menimbulkan konflik sosial masyarakat, di mana masyarakat dengan berbagai latar belakang tinggal di sekitar tempat pemeliharaan babi oleh warga gereja. Limbah babi harus ditangani secara baik dan benar. Agar tujuan tersebut dapat tercapai, penulis melakukan pendampingan untuk menumbuhkan kesadaran warga gereja. Warga gereja yang memelihara babi diharapkan dapat bertanggung jawab memerhatikan fungsi lingkungan, etika lingkungan hidup sebagai bentuk menghormati sesama dengan cara membuat kandang dan bak penampungan kotoran serta sisa pakan sesuai dengan jumlah ternak babi yang dipelihara. Bahkan, apabila limbah kotoran dan sisa pakan dapat dikola dengan baik, akan menjadi bahan pembuatan pupuk organik dan dapat menciptakan sumber energi yang dapat diperbarui.
Copyrights © 2021