Kelangkaan energi menjadi salah satu permasalahan penting yang terjadi di Indonesia selama beberapa tahun silam dikarenakan salah satu energi konvensional yaitu minyak bumi lama kelamaan semakin menurun produksinya. Di sisi lain, produksi minyak bumi tidak ramah lingkungan sehingga dibutuhkan solusi sumber alternatif baru untuk mengatasi kelangkaan energi tersebut yaitu CBM (Coal Bed Methane) atau gas metana. Pada penelitian ini dilakukan pengestimasian kandungan CBM dengan metode ordinary kriging. Pengestimasian ini dilakukan agar didapat lokasi baru pada daerah yang tidak tersampel di sekitar lokasi pengeboran yang sudah ada yaitu sebanyak 39 lokasi baru dengan estimasi kandungan CBM tertinggi sebesar 26,4623173% dan agar didapat prediksi titik pengeboran baru yang mengandung kandungan CBM tertinggi yaitu pada nilai absis x 02°56'34,1758â€LS, nilai ordinat y 103°37'16,4027" BT, dan elevasi z 47,67 meter. Untuk mengefektifkan waktu, proses pengestimasian dan prediksi dilakukan dengan bantuan software R menggunakan package sp dan gstat.
Copyrights © 2019