Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering)
Vol 9, No 4 (2020): Desember 2020

ANALISIS KADAR AFLATOKSIN JAGUNG LOKAL TIMOR PADA PERLAKUAN LAMA PENGERINGAN DENGAN UDARA ALAMIAH

Jefrianus Nino (Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Timor)
Eduardus Y Neonbeni (Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Timor)



Article Info

Publish Date
22 Dec 2020

Abstract

Jagung merupakan salah satu komoditas sumber karbohidrat yang mempunyai masalah pada saat penyimpanan. Masalah yang sering ditemukan yakni kontaminasi aflatoksin yang cukup tinggi. Kontaminasi aflatoksin berupa serangan mikroorganisme, dan jamur. Jagung memiliki kandungan air yang cukup tinggi setelah dipanen. Kontaminasi aflatoksin umumnya disebabkan oleh tingginya kandungan air pada jagung. Hal ini diakibatkan oleh proses penanganan pascapanen yang kurang cepat setelah jagung dipanen. Salah satu cara pencegahan kontaminasi aflatoksin yakni pengeringan. Pengeringan merupakan sebuah proses difusi air dari bahan ke atmosfir untuk mencapai kadar air standar penyimpanan. Dalam proses pengeringan lama waktu pengeringan sangat berpengaruh terhadap banyak jumlah air yang akan diuapkan. Semakin lama waktu pengeringan maka jumlah air yang diuapkan akan semakin lebih banyak sehingga peluang terjadinya kontaminasi aflatoksin semakin kecil. Salah satu metode pengeringan yang digunakan yakni pengeringan dengan memanfaatkan udara alamiah. Pengeringan dengan menggunakan udara alamiah merupakan salah satu alternatif penghematan energi termal. Potensi dari pengeringan alamiah yakni memanfaatkan udara lingkungan yang tersedia gratis, bersifat ramah lingkungan dan murah. Kelemahan dari metode pengeringan tersebut yakni terjadinya fluktuasi suhu akibat cuaca yang tidak menentu. Kondisi tersebut dapat menyebabkan terjadinya kontaminasi aflatoksin pada jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar aflatoksin jagung dari variabel lama waktu pengeringan pada pengeringan menggunakan udara alamiah. Metode penelitian mencakup pengujian pengeringan di lapangan dan dilanjutkan analisis perubahan kadar air, dan analisis kadar aflalatoksin di laboratorium. Berdasarkan hasil penelitian tercatat bahwa dengan kadar air awal 25,93% bb, suhu lingkungan rata-rata 36,77°C, kelembaban lingkungan rata-rata 76,86% mampu menurunkan kadar hingga kadar air akhir 15,12% bb. Hasil analisis aflatoksin variabel lama pengeringan yang digunakan tidak terjadi kontaminasi aflatoksin.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

JTP

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Engineering

Description

Jurnal Teknik Pertanian Lampung or Journal of Agricultural Engineering (JTEP-L) is a peer-reviewed open-access journal. The journal invites scientists and engineers throughout the world to exchange and disseminate theoretical and practice-oriented researches in the whole aspect of Agricultural ...