Saat kandungan emas yang besar ditemukan di Paleleh dan sekitarnya pada pertengahan abad ke-19, pemerintah Hindia-Belanda mulai menekan Madika Buol agar dapat memonopoli eksploitasi emas di sana. Pada perkembangannya, pihak swasta juga diberi hak-hak konsesi untuk membuka dan melakukan penambangan emas di Paleleh. Ramainya aktivitas penambangan emas di Paleleh kemudian berdampak pada pembangunan daerah tersebut. Sayangnya, masa kejayaan Paleleh mulai meredup saat memasuki awal abad ke-20 akibat krisis yang dialami perusahaan. Artikel ini bertujuan untuk merekonstruksi bagaimana kehidupan masyarakat Paleleh telah mengalami kemajuan atau kemunduran melalui proses sejarahnya. Adapun metode yang digunakan adalah metode sejarah yang mencangkup pengumpulan sumber (heuristik), kritik sumber, interpretasi, dan penulisan (historiografi). Artikel ditulis dengan menggunakan deskripsi analitik. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah Hindia-Belanda di Buol tidak dapat dipisahkan dari kepentingannya untuk memonopoli sumber daya emas di sana. Perkembangan perusahaan tambang di Paleleh dan sekitarnya berdampak pada kemajuan infrastruktur, pembangunan jalur kereta api, dan pertumbuhan jumlah serta keragaman penduduk karena masuknya tenaga kerja dari luar. Meskipun demikian, kemajuan aktivitas penambangan di Paleleh kemudian mengalami kemunduran hingga banyak perusahaan tambang yang ditutup/dilikuidasi.
Copyrights © 2021