Lokasi Bukit 13 sebagai target operasional PT. Antam Tbk UBP Bauksit Tayan belum ada kajian secara mendalam mengenai sistem penyaliran tambang, untuk itu perlu kajian awal terkait rancangan sump dan sediment pond agar tidak berdampak buruk bagi pencapaian produksi yang telah ditetapkan perusahaan. Tujuan penelitian membuat rancangan awal sistem penyaliran tambang yang baik dan efisien. Rancangan Sump dan Sediment Pond merupakan gabungan antara metode mine drainage dan mine dewatering. Berdasarkan analisis curah hujan tahun 2014-2019, diperoleh curah hujan rencana sebesar 151,844 mm/hari dengan periode ulang hujan 5 tahun dan resiko hidrologi sebesar 67,23%. Debit limpasan air permukaan yang masuk ke bukaan tambang pada kolam pengendapan (Area Catchment 1) sebesar 2336,328 m3/jam dan Sump (Area Catchment 2) 993,6 m3/jam. Jumlah pompa yang digunakan sebanyak 1 unit merk Volvo KSB LCC- H 200-610 yang terletak pada sump. Hasil analisa data berdasarkan debit air limpasan dan airtanah, kapasitas pompa, volume dan waktu pemompaan, kajian teknis dan ekonomis; rancangan dimensi sump dipilih alternatif II berbentuk trapesium dengan kemiringan 60°. Sediment Pond dipilih alternatif I berbentuk persegi panjang ber zig zag dengan 4 kompartemen, hal tersebut diharapkan agar padatan yang masuk melalui inlet akan tertahan pada penyekat tiap kompartemen sehingga air yang keluar melalui outlet merupakan air yang sudah bersih. Untuk menghindari masuknya air limpasan dari front penambangan ke lingkungan warga dengan cara memotong arah aliran air. Air yang masuk pada sump akan dilakukan pemompaan setiap satu bulan sekali dan pengendalian lumpur pada sediment pond menggunakan Excavator Long Arm Zaxis L210 setiap 11-30 hari sekali.
Copyrights © 2021