AbstractTujuan dari penelitian ini untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran daring pada pelajaran Grampose selama pandemi covid-19 di Pondok Pesantren Babun Najah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskritif. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada siswa pada akhir semester. Populasi sebanyak 143 siswa yang terbagi ke dalam 6 kelas. Subjek penelitian melibatkan 3 kelas (X-Mia2, X-Mia4 dan X-IIS2) siswa laki-laki sebanyak 70 orang. Pembelajaran daring dilakukan melalui WhatsApp Group dan Zoom Meet. Hasil penelitian ditemukan bahwa 43 siswa (61.45%) tidak terkendala signal dalam proses pembelajaran. 63 siswa (90%) mahir menggunakan internet dan aplikasi Whats APP Group dan Zoom Meet. 57 siswa (81.42%) bahwa jaringan internet di daerah mereka lancar dan koneksinya bagus dan mereka mengetahui cara mengakses pembelajaran daring. 52 (74.28%) siswa mengatakan komunikasi antara guru dan siswa berjalan dengan baik. 48 (68.57%) siswa bahwa diskusi daring antara mereka dan guru pengajar Grampose berjalan sesuai dengan yang diharapkan. 68 (97.14%) siswa lebih tertarik belajar di kelas karena bisa berinteraksi langsung dengan guru dan teman. 40 (57.14%) siswa tertekan karena tugas yang diberikan terlalu banyak. 41 (58.57%) siswa sering tidak sempat membaca bahan ajar. 49 (70%) siswa lebih memahami bahan ajar yang berbentuk video. 33 (47.14%) siswa kurang konsentrasi belajar dengan Whatapp dan Zoom Meet. 68 (97.14%) siswa memiliki kuota terbatas dan sekolah tidak perlu memberikan pelatihan tentang pembelajaran daring. 65(92.85%) mereka tidak memiliki cukup waktu bertemu teman, dan 61 (87.14%) siswa lebih banyak menghabiskan waktu dengan keluarga dari pada belajar. Kata-kata kunci: Respon Siswa, Pembelajaran Daring, Grampose.
Copyrights © 2021