Pengalokasian input produksi yang tepat sasaran akan membantu meningkatkan keuntungan bagi petani. Petani membudidayakan jagung dengan pengalokasian input produksi yang berbeda-beda. Pemahaman yang salah mengenai asumsi bahwa semakin banyak input produksi yang dialokasikan semakin tinggi produktivitas tanaman yang diusahakan menjadi penyebab semakin tingginya biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani sehingga menyebabkan terjadinya inefisiensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penggunaan input produksi dan efisiensi alokatif luas lahan, benih, pupuk, pestisida, dan tenaga kerja terhadap tingkat produktivitas usahatani jagung. Penelitian dilakukan melalui wawancara dengan 30 petani jagung sebagai responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan model fungsi produksi Cobb-Douglass dan analisis efisiensi alokatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan dan tenaga kerja berpengaruh nyata dan positif terhadap produktivitas jagung, sedangkan benih, pupuk, dan pestisida tidak berpengaruh nyata terhadap produktivitas jagung. Pada usahatani jagung di Desa Kuala, input produksi pestisida belum efisien secara alokatif, sedangkan input produksi luas lahan, benih, pupuk, dan tenaga kerja tidak efisien secara alokatif.
Copyrights © 2022