Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi probiotik mana yang memberikan pengaruh baik terhadap berat basah dan berat kering gizzard pasca transportasi. Probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang diaplikasikan secara oral dengan tujuan untuk meningkatkan kesehatan ternak dengan cara memanipulasi komposisi bakteri yang ada dalam saluran pencernaan ternak. Penelitian dilakukan secara eksperimental selama 35 hari dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas lima perlakuan P0 = (kontrol), P1 = (L. plantarum + L. acidophilus), P2 = (L. plantarum + T. beigelii), P3 = (L. acidophilus + C. humicolus), P4 = (T. beigelii + C. humicolus) dan empat ulangan, sehingga total terdapat 20 unit percobaan. Hasil analisis berat basah dan berat kering rata-rata perlakuan (P0 = 12,85%; P1 = 13,72%; P2 = 15,6%; P3 = 11,59%; P4 = 14,65%), (P0 = 2,82%; P1 = 3,02%; P2 = 3,73%; P3 = 2,63%; P4 = 3,42%). Hasil analisis uji Duncan menunjukan P2 memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P<0,05) diantara semua perlakuan terhadap bertar basah dan berat kering gizzard pasca pemeliharaan. Kesimpulan, pemberian bakteri dan yeast L. plantarum + T. beigelii berpengaruh nyata terhadap antisipasi stres broiler pada berat basah dan berat kering gizzard. Pengaruh pemberian probiotik pasca transportasi tidak memberikan pengaruh terhadap berat basah dan berat kering gizzard. Kata kunci : Ayam broiler, probiotik, stres transportasi, berat basah gizzard, berat kering gizzard.
Copyrights © 2022