Analisis ini dilakukan bertujuan untuk melihat kinerja Subsektor Transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) menggunakan metode common size dan rasio keuangan. Rasio keuangan menggunakan rasio likuiditas (CR, QR, dan rasio kas), solvabilitas (DAR dan DER), aktivitas (perputaran total aset dan perputaran persediaan), dan profitabilitas (GPM, NPM, dan ROE). Metode yang digunakan adalah deskriptif. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan Subsektor Transportasi untuk periode 2017-2018 yang dipublikasikan di situs BEI. Sumber teori diperoleh melalui penelitian kepustakaan dan penelitian sejenis yang diperoleh dari jurnal penelitian. Simpulan dari analisis ini adalah perusahaan Subsektor Transportasi tergolong kurang baik sehingga hasilnya tidak sesuai dengan standar industri. Untuk perhitungan yang menggunakan common size, menunjukkan bahwa aset dan ekuitas menurun, sedangkan kewajiban meningkat.
Copyrights © 2020