Keberadaan fenomena cuaca mampu memberi dampak pada interaksi atmosfer dengan lautan. Salah satu fenomena cuaca dalam skala sinoptik adalah Borneo Vortex. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kondisi gelombang di wilayah Laut Natuna dan Laut Natuna Utara pada saat kejadian Borneo Vortex pada periode tahun 2018. Data yang digunakan merupakan data komponen angin u dan v pada lapisan 925 mb yang digunakan untuk identifikasi kejadian Borneo Vortex dan data gelombang selama 10 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat total 35 kejadian Borneo Vortex sepanjang tahun 2018 dimana frekuensi tertinggi terdapat pada bulan Januari. Kehadiran Borneo Vortex menyebabkan adanya dominasi penurunan ketinggian permukaan pada Laut Natuna dan Laut Natuna Utara yang disebabkan oleh terhalangnya massa udara yang bergerak dari utara, sehingga kehadirannya mempengaruhi ketinggian gelombang serta anomali gelombang pada wilayah Laut Natuna Utara dan Laut Natuna.Kata kunci: Borneo Vortex, gelombang laut, Laut Natuna
Copyrights © 2021