Wilayah Kabupaten Gresik berdasarkan data badan penanggulangan bencana Kabupaten Gresik menunjukkan 97% merupakan wilayah dengan kerentanan banjir sangat tinggi. Penurunan luas lahan pertanian dari Tahun 2008-2012 sebesar 12%, yang berakibat pada tingginnya tingkat resiko bencana banji. Berdasarkan permasalahan dapat ditentukan tujuan penelitian yaitu menganalisis pola spasial daerah potensi resapan air. Metode penelitian menggunakan analisis overlay union. Teknik pengumpulan data berupa survei instansi. Hasil penelitian ini adalah analisis spasial daerah potensi resapan air pada wilayah Kabupaten Gresik Tahun 2020, berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan No. 32/MENHUT-II/2009 dapat disimpulkan bahwa terdapat 3 kelas kondisi resapan air yaitu kondisi baik, kondisi normal alami dan kondisi mulai kritis. Kondisi baik seluas 43.599 Ha (41,9%) tersebar pada Kecamatan Wringinanom, Driyorejo, Kedamaian, Menganti, Cerme, Benjeng, Balongpanggang Duduksampeyan, Kebomas, Gresik, Manyar, Bungah, Sedayu, Dukun, Panceng, Ujungpangkah. Kondisi normal alami seluas 19.257 Ha (18,5%) tersebar pada Kecamatan Wringinanom, Driyorejo, Kedamaian, Menganti, Cerme, Benjeng, Balongpanggang Duduksampeyan, Kebomas, Gresik, Manyar, Bungah, Sedayu, Dukun, Panceng, Ujungpangkah Kondisi mulai kritis 41.176 Ha (39,6%) tersebar pada Kecamatan Wringinanom, Driyorejo, Kedamaian, Menganti, Cerme, Benjeng, Balongpanggang Duduksampeyan, Kebomas, Gresik, Manyar, Bungah, Sedayu, Dukun, Panceng, Ujungpangkah
Copyrights © 2021