Memasuki Era reformasi yang dimulai dengan dilikuidasinya Departemen Penerangan RI (2 6/10-999) oleh Presiden K.H Abdurrahman Wahid/Gus Dur, para wartawan (Pers Nasional) mulai berani menerapkan dan menyajikan Uraian Investigasi (InvestigativeReporting). Sebelumnya, di Era Rezim Orde Baru/Orba (1969 - 1998) yang sangat otoriter, penyajian Uraian lnvestigasi dinilai tabu, akibatnya beberapa wartawan lalu mengakalinya dengan menyajikan Uraian Jurnalistik Baru (New Jour- nalism), yang membungkus fakta dan atau pendapat ke dalam karya Sastra. Apa dan bagaimana Uraian Investigasi itu, dan bagaimana cara merencanakan, mengemas, dan menyajikannya? Mengapa wartawan masih merasa takut untuk menyajikan uraian Investigasi ?
Copyrights © 2003