Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman sereal yang tumbuh hampir di seluruh dunia dan tergolong dalam spesies dan variabilitas genetik yang besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan jagung hibrida yang terbaik sesuai dengan karakteristik morfologinya pada sistem tanam tumpangsari. Penelitian ini dilaksanakan di lahan milik Peruri, Desa Pinayungan, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang. Provinsi Jawa Barat. Pada bulan Januari sampai April 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Petak Terbagi (Splitplot Design). Sebagai petak utama adalah sistem tanam dengan 3 taraf: 1.Monokultur, 2.Tumpangsari Jagung dan Kedelai,3.Tumpangsari Jagung dan Ubi Jalar. Sebagai anak petak ada 22 genotipe jagung hibrida. Apabila menunjukan hasil berbeda nyata kemudian dianalisi menggunakan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) taraf 5%. Berdasarkan karakter morfologi menunjukan hasil yang berbeda nyata. Karakter morfologi terbaik terhadap tinggi tanaman sebesar 205,70 cm, diameter batang sebesar 2,27 cm,. Sedangkan untuk komponen hasil pada karakter panjang tongkol dengan kelobot sebesar 19,41 cm, diameter tongkol dengan kelobot sebesar 4,05 cm.
Copyrights © 2021