ABSTRAKPenelitian dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Universitas Asahan. di Jalan Ahmad yani Kelurahan Kisaran Naga, Kecamatan Kisaran Timur Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara dengan topografi datar berada pada ketinggian ± 15 m diatas permukaan laut. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah parang, ayakan, sekop, ember, timbangan, plastik, cincin baglog, spidol, alat tulis, lembar pengamatan, kamera, silet, korek api, tungku pemanas, terpal, ayakan serta bahan yang digunakan yaitu, serbuk gergaji, Tongkol jagung, Janjangan kosong sawit, Jerami padi, Sabut kelapa, Ampas tebu, bekatul, jagung pipil, gypsum dan air. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAL) Faktorial yang terdiri atas 7 perlakuan. Penelitian ini mengacu kepada tingkat konsentrasi dari berbagai bahan dan tehnik perlakuannya terdiri dari S1 = Tanpa diberi tambahan, S2 = 85 gram (tongkol jagung), S3 = 85 gram (Janjangan kosong sawit), S4 = 85 gram (Jerami padi), S5 = 85 gram (Sabut kelapa), S6 = 85 gram (Ampas tebu), S7 = 85 gram (Ampas tahu). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pencampuran media tanam dengan penggunaan jerami padi, janjangan kosong sawit, tongkol jagung, ampas tebu, sabut kelapa dan ampas tahu tidak menunjukkan adanya pengaruh yang nyata di dapat dalam perhitungan parameter amatan laju pertumbuhan miselium 2 dan 4 MST, jumlah badan buah, berat basah, diameter tudung dan diameter badan jamur. Tidak ada pengaruh nyata yang di dapat dalam perhitungan semua parameter amatan.
Copyrights © 2021