AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh metode tafsir munasabah pada kisah Ashabul Kahfi dan Nabi Musa dengan Khidir dalam surah Al-Kahfi menggunakan Kitab karya Al-Biqa’i. Penelitian bertujuan untuk memperdalam ilmu tentang munasabah dan mengetahui problematika ayat-ayat munasabah terkhususnya pada surah Al-Kahfi ayat 9-26 dan ayat 60-82. Metode yang digunakan yakni pendekatan kualitatif dan penelitian pustaka yakni penelitian kitab karya Al-Biqa'i dengan judul Nadzmu Al-Durar Fi Tanasub Al-Ayat Wa Al-Suwar secara primer.Adapun hasil penelitian tentang munasabah kisah Ashabul Kahfi dan pertemuan Nabi Musa dengan Khidir adalah : Pentingnya Menuntut Ilmu (Q.S Al-Kahfi : 60 dengan 66), Keyakinan/Keimanan (Q.S. Al-Kahfi: 10 dengan 16), Semua tindakan atas izin Allah (Q.S. Al-Kahfi : 24 dengan 69), Keilmuan Nabi Khidir yang memiliki Ilmu Laduni (Q.S. Al-Kahfi : 65 dengan Q.S Jin : 26-27).Kata Kunci : Munasabah, Ashabul Kahfi, Nabi Musa dan Nabi Khidir
Copyrights © 2020