Salah satu proses penting dalam pengolahan air bersih adalah koagulasi. Keberhasilan proses tersebut sangat ditentukan oleh pemilihan koagulan dan penentuan dosis yang optimal. Tepung tapioka dapat digunakan sebagai koagulan alami dalam menurunkan kekeruhan. Pada penelitian ini digunakan limbah artifisial yang terbuat dari kaolin. Kaolin digunakan sebagai sumber pengkeruh yang merepresentasikan sumber air baku dalam pengolahan air bersih. Uji statistik ANOVA telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh pH (tanpa variasi dosis koagulan), dosis koagulan (tanpa variasi pH) dan kombinasi keduanya terhadap proses koagulasi. Proses koagulasi dilakukan pada kekeruhan 150 NTU dengan variasi dosis koagulan (5, 10, 15, 20, 40, 60, 80 dan 100 ppm) dan 4 variasi pH (3,5,7 dan 9). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p value untuk pH, dosis koagulan dan kombinasi keduanya masing-masing sebesar 0,00. Nilai p value kurang dari 0,05 mengindikasikan bahwa pH, dosis koagulan dan kombinasi keduanya berpengaruh signifikan dalam menurunkan kekeruhan. Fenomena tersebut dibuktikan dengan adanya kenaikan nilai konduktivitas. Kenaikan nilai konduktivitas mengindikasikan terjadinya kenaikan gaya tarik-menarik antara ion-ion koagulan dan kaolin
Copyrights © 2021