Cermin Dunia Kedokteran
Vol 42, No 2 (2015): Bedah

Patogenesis Rabies - Aspek Neurotransmiter

Imelda, Yuliana Monika (Unknown)
Sudewi, A.A. Raka (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Feb 2015

Abstract

Rabies merupakan penyakit virus yang menyebabkan peradangan otak akut pada manusia dan hewan berdarah panas lain. Penyebaran penyakit rabies biasanya melalui gigitan atau goresan yang mengandung air liur hewan terinfeksi virus rabies. Virus rabies akan menuju ke susunan saraf pusat (SSP) dan akan menyebar secara sentrifugal dari SSP ke berbagai organ, termasuk kelenjar ludah. Ada tiga reseptor virus rabies, yaitu reseptor nikotinat asetilkolin (NAChR), reseptor molekul adhesi sel neural, dan reseptor neurotropin P75 low-affinity. Asetilkolin, serotonin dan gamma amino butyric acid (GABA) merupakan neurotransmiter yang mempengaruhi terjadinya disfungsi saraf pada penyakit rabies.Rabies is a viral disease that causes acute inflammation of the brain in human and warm-blooded animal. The spread of rabies is through bites or scratches containing saliva of an infected animal. Rabies virus will go to the central nervous system (CNS) and will spread centrifugally from CNS to various organs, including salivary glands. Three rabies virus receptors are nicotinic acethylcholine receptor, neural cell adhesion molecule receptors and low-affinity receptor neurotropin P75. Acetylcholine, serotonin and GABA are neurotransmitters that play a role in neuronal dysfunction in rabies.

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

CDK

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Cermin Dunia Kedokteran (e-ISSN: 2503-2720, p-ISSN: 0125-913X), merupakan jurnal kedokteran dengan akses terbuka dan review sejawat yang menerbitkan artikel penelitian maupun tinjauan pustaka dari bidang kedokteran dan kesehatan masyarakat baik ilmu dasar, klinis serta epidemiologis yang menyangkut ...