Cermin Dunia Kedokteran
Vol 42, No 4 (2015): Alergi

Pola Tatalaksana Diare Akut pada Anak Usia 1-24 Bulan di Poliklinik Puskesmas Tanjung Pinang

Halim, Ivan (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Apr 2015

Abstract

Latar Belakang: Diare merupakan penyebab kedua terbesar kematian anak berusia di bawah lima tahun. Akan tetapi, hanya 39% anak dengan diare di negara berkembang yang mendapatkan pengobatan sesuai rekomendasi WHO. Tujuan: Menilai pola tatalaksana diare akut pada anak Metode: Uji observasional dengan metode potong lintang secara prospektif di puskesmas rawat jalan Tanjung Pinang sejak 15 September 2013 – 15 Januari 2014 pada 91 pasien diare akut berumur 1-24 bulan yang berobat di poli rawat jalan. Hasil: Dari 91 anak, didapatkan 53 (58,3%) anak laki-laki, 81 (89%) anak diare tanpa dehidrasi, 10 (11%) anak dehidrasi ringan-sedang, dan tidak didapatkan dehidrasi berat. Rentang usia tertinggi pada usia 12-24 bulan, sebanyak 56 (61,5%) anak. Hanya 69 (75,8%) anak yang mendapatkan cairan rehidrasi oral, dan hanya 70 (76,9%) anak yang mendapatkan suplementasi zinc. Antibiotik digunakan pada 25 (27,5%) anak, dan antidiare pada 15 (16,5%) anak. Anjuran untuk melanjutkan makan seperti biasa pada 25 (27,5%) anak, yang mendapat anjuran untuk tetap melanjutkan susu formula sebanyak 4 (4,4%) anak; dari 42 anak yang menggunakan susu formula, semuanya tidak menggunakan susu formula khusus selama diare akut berlangsung. Informasi tanda kegawatan diberikan kepada 31 (34,1%) orang, dan pemberian probiotik pada 2 (2,2%) anak. Pemberian ASI hanya didapatkan pada 35 (38,5%) anak, dilanjutkan pada 18 (51,4%) anak, sedangkan 17 (48,6%) anak tidak mendapat anjuran mengenai pemberian ASI selama diare akut berlangsung. Background: Diarrhoea is the second biggest cause of death among children under five years. However, only 39% children with diarrhoea in developing countries managed with WHO recommended treatments. Objective: To evaluate the management acute diarrhoea in children. Method: Research with consecutive cross-sectional methods was done in Tanjung Pinang public health centre, Riau Islands province on 91 children (1 -24 months) with acute diarrhoea who came to Tanjung Pinang public health centre from September 15th 2013 until January 15th 2014. Result: From 91 children, 53 (58,3%) are male, 81 (89%) children had diarrhoea without dehydration, 10 (11%) children with mild-moderate dehydration, and none had severe dehydration. Most children are 12-24 months of age, total of 56 children (61,5%). Only 69 (75,8%) children got oral rehydration fluid, and 70 (76,9%) children got zinc supplementation. Antibiotics was used in 25 (27,5%) children, and anti-diarrhoea was used in 15 (16,5%) children. Nutritional advice was found only in 25 (27,5%) children, advice to continue cow milk consumption was found in 4 (4,4%) children, and from 42 children who used cow milk, none was recommended to use special formula milk during acute diarrhoea. Information on sign of emergency was given to 31 (34,1%) children, and probiotics use was found in 2 (2,2%) children. Breastfeeding found in 35(38,5%) children, only 18 (51,4%) were recommended to continue breastfeeding while diarrhoea occur, and 17 (48,6%) children were not recommended to continue breastfeeding while diarrhoea occur. Conclusion: Management of acute diarrhoea in Tanjung Pinang public health centre do not conform with WHO guidelines.

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

CDK

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Cermin Dunia Kedokteran (e-ISSN: 2503-2720, p-ISSN: 0125-913X), merupakan jurnal kedokteran dengan akses terbuka dan review sejawat yang menerbitkan artikel penelitian maupun tinjauan pustaka dari bidang kedokteran dan kesehatan masyarakat baik ilmu dasar, klinis serta epidemiologis yang menyangkut ...