Trauma adalah penyebab ketiga terbesar kematian dan kecacatan di seluruh dunia, terutama di usia dekade keempat di negara berkembang. Trauma adalah kondisi sensitif-waktu, dan penanganan trauma dikenal sebagai salah satu tantangan utama pada pelayanan kesehatan saat ini. Sistem penilaian trauma mencoba menerjemahkan keparahan cedera menjadi angka, membantu menilai secara kuantitatif berat ringannya cedera, memperkirakan hasil akhir trauma, bahkan berguna dalam audit dan penelitian klinis. Pemantauan pasien trauma dengan penilaian berulang dan sistematis dapat sebagai identifikasi awal perbaikan atau perburukan. Beberapa sistem penilaian bertujuan untuk memperkirakan probabilitas keberlangsungan hidup. Terdapat tiga tipe sistem penilaian trauma, yaitu berdasarkan anatomi, fisiologi, dan kombinasi.Trauma is the third largest cause of death and disability worldwide, especially in the first four decades of life in developing countries. Trauma is a time-sensitive condition and one of the main challenges in modern health care. Trauma scoring system attempts to translate the severity of injury into a score, thereby allows quantification of severity of injury, to predict outcome, and useful for clinical audit and research. Monitoring with repeated scoring encourages systematic reassessment and may allow early identification of improvement or deterioration. Some scoring systems can estimate the probability of survival. Three types of scoring system are based on anatomy, physiology, and combination.
Copyrights © 2015