Cermin Dunia Kedokteran
Vol 41, No 12 (2014): Endokrin

Prevalensi Malaria pada Anak Usia Sekolah di Waigete, Sikka, Indonesia

-, Selvia (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Dec 2014

Abstract

Latar belakang: Malaria merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih endemis di sebagian besar wilayah Indonesia. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan data prevalensi malaria pada usia anak sekolah ( 5 – 14 tahun) di desa Egon, kecamatan Waigete serta mengumpulkan data gejala klinis penderita malaria. Metode: Penelitian bersifat crosssectional, dilakukan di tiga sekolah dasar di desa Egon, kecamatan Waigete, kabupaten Sikka. Populasi penelitian adalah semua murid SD kelas I – VI, di SD Pigan Bekor, SDK Waigete, dan SD Blidit. Semua siswa dianamnesis dan dilakukan pemeriksaan apusan darah tepi untuk diagnosis malaria. Hasil: Dari 493 anak yang diperiksa, 29 anak (5,88%) menderita malaria Plasmodium falciparum, 17 anak laki- laki dan 12 anak perempuan. Sampel darah positif sebanyak 29 dan semuanya berasal dari murid-murid SD Blidit; 4 sampel hanya ditemukan gamet, 16 sampel kepadatan parasit +, 8 sampel kepadatan parasit ++, dan 1 sampel kepadatan parasit +++. Sebagian besar penderita berasal dari kategori umur 9 – 14 tahun. Semua sampel yang positif malaria tidak memiliki keluhan atau gejala klinis. Simpulan: Kasus malaria hanya ditemukan di SD Blidit. Dari seluruh sampel yang positif malaria, tidak ditemukan keluhan penyakit atau gejala klinis. Pemeriksaan darah mikroskopis sebagai pemeriksaan rutin tanpa melihat ada atau tidaknya gejala klinis dapat dipertimbangkan untuk dilakukan di daerah – daerah endemis.Background : Malaria is still endemic in most of the areas in Indonesia. The purpose of this study is to determine the prevalence of malaria among school-age children ( 5 – 14 years ) at Egon village, Waigete and to collect data regarding the clinical symptoms in malaria patients. Methods : This study was a cross-sectional study performed in three elementary schools in Egon village, Waigete territory, Sikka region. The population of this study was all elementary school students in grade I – VI from SD Pigan Bekor, SDK Waigete, and SD Blidit. The students were asked about recent complaints and their peripheral blood were examined to diagnose malaria. Result : In samples from 493 students, 29 students (5.88% ) had Plasmodium falciparum malaria. The positive blood samples were only found in SD Blidit. In those 29 samples, 4 samples were gamets, 16 samples were +1 parasite density, 8 samples were ++ parasite density and 1 sample was +++ parasite density. All positive samples were not accompanied by recent complaints nor clinical symptoms. Conclusion : Malaria cases were only found at SD Blidit. All students with positive samples did not have complaints nor clinical symptoms. In endemic malaria areas, microscopic blood examination should be considered as routine examination irrespective of clinical symptoms.

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

CDK

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Cermin Dunia Kedokteran (e-ISSN: 2503-2720, p-ISSN: 0125-913X), merupakan jurnal kedokteran dengan akses terbuka dan review sejawat yang menerbitkan artikel penelitian maupun tinjauan pustaka dari bidang kedokteran dan kesehatan masyarakat baik ilmu dasar, klinis serta epidemiologis yang menyangkut ...