Cermin Dunia Kedokteran
Vol 44, No 7 (2017): THT

Karakteristik Nyeri Punggung Bawah Anggota Aktif TNI AD di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta

Suryo, Army Pambudi (Unknown)
-, Sasmoyohati (Unknown)
Hadiarso, Lukas (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Jul 2017

Abstract

Nyeri punggung bawah (NPB) adalah nyeri di daerah punggung bagian bawah, dapat nyeri lokal, radikular atau keduanya. NPB menempati urutan kedua tertinggi kasus nyeri setelah sefalgia; angka kehilangan kerja bisa mencapai 6 – 7 minggu/tahun. Anggota TNI AD yang memiliki tugas pokok menjaga kedaulatan NKRI, memiliki beberapa faktor risiko NPB, hal ini dapat menurunkan kesiapan dalam tugas. Jumlah responden penelitian ini 57 orang dengan kasus : kontrol adalah 1:1, data dianalisis univariat, bivariat menggunakan uji Chi Square, dan multivariat menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan keluhan NPB terbanyak karena HNP (Herniasi Nukleus Pulposus) dengan persentase 64,9%, kejadian NPB terbanyak pada kelompok pangkat Bintara (35%). Variabel bebas yang diuji adalah usia (p : 0,039), pangkat (p : 0,036), aktivitas fisik (p : 0,008), kebiasaan merokok (p : 0,558), dan IMT (p : 0,036). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa aktivitas fisik merupakan faktor risiko NPB paling dominan, kemungkinan NPB pada anggota aktif TNI AD yang memiliki aktivitas fisik berat sebesar 35,7%, sedangkan jika ada ketiga faktor risiko utama (aktivitas fisik berat, usia >40 tahun, dan IMT ≥25), risiko NPB mencapai 89,9%. Pencegahan dan meminimalkan faktor risiko diharapkan dapat menurunkan kejadian NPB angka kehilangan kerja pada anggota aktif TNI AD serta.Low back pain (LBP) is a pain in lower back area, could be local, radicular or both. LBP ranks as 2nd highest cause of pain after cephalgia, may cause 6 – 7 weeks/year work absence. Indonesian Army which has the duty of keeping Indonesia’s sovereignty, has some risks for LBP that can decrease their duty readiness. This study included 57 respondents, case : control 1:1. Data was analyzed by univariate, bivariate using Chi Square, and multivariate using Logistic Regression analysis. The results showed most LBP is due to HNP (Herniation of the Nucleus Pulposus) (64,9%), mostly in Bintara rank (35%). Variables tested were age (p : 0,039), rank (p : 0,036), physical activity (p : 0,008), smoking habit (p : 0,558), and Body Mass Index (BMI) (p : 0,036). The result of the multivariate analysis demonstrated that heavy physical activity was the most dominant risk factor, with 35,7% probability for LBP. If three major risk factors (heavy physical activity, age above 40 years old, and BMI ≥25) were combined, probability of LBP was increased to 89,9%. Prevention and minimizing risk factors are expected to decrease LBP and work absence among the Indonesian Army.

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

CDK

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Cermin Dunia Kedokteran (e-ISSN: 2503-2720, p-ISSN: 0125-913X), merupakan jurnal kedokteran dengan akses terbuka dan review sejawat yang menerbitkan artikel penelitian maupun tinjauan pustaka dari bidang kedokteran dan kesehatan masyarakat baik ilmu dasar, klinis serta epidemiologis yang menyangkut ...