Cermin Dunia Kedokteran
Vol 44, No 7 (2017): THT

Pengaruh Iklim terhadap Insidensi Malaria di Provinsi Lampung

-, Apriliana (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Jul 2017

Abstract

Malaria merupakan penyakit demam karena infeksi parasit yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles betina. Di Indonesia insidensi malaria menurun dari tahun 2010 – 2011, namun di Provinsi Lampung justru meningkat. Faktor lingkungan, khususnya iklim sangat berpengaruh pada sebaran dan kejadiannya, yang mungkin sekali juga terjadi di Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear untuk mengetahui faktor iklim dominan yang mempengaruhi insidensi malaria. Data insidensi malaria per bulan selama 3 tahun (2010 – 2012) diambil dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, sedangkan data iklim (curah hujan, hari hujan, temperatur udara, kelembapan udara, arah dan kecepatan angin) didapatkan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Pada musim hujan periode bulan Januari – April, unsur iklim yang berpengaruh terhadap insidensi malaria adalah arah dan kecepatan angin bulan Januari, Februari, dan April. Pada musim kemarau periode bulan Mei – Oktober, temperatur udara dan kelembapan udara merupakan faktor dominan yang berpengaruh terhadap insidensi malaria. Meningkatnya temperatur sebesar 1oC akan menurunkan insidensi malaria sebesar 0,096‰ [koefisien regresi (β) = -0,096; p = 0,025]. Sebaliknya meningkatnya 1 poin kelembapan akan meningkatkan sebanyak 0,009‰ [(β) = 0,009; p = 0,017]. Pada musim hujan periode bulan November – Desember, unsur iklim yang berpengaruh terhadap insidensi malaria adalah arah dan kecepatan angin bulan Desember. Dapat disimpulkan terdapat perbedaan unsur iklim yang berpengaruh terhadap insidensi malaria pada setiap musim di Provinsi Lampung.Malaria is a fever diseases cause of parasite infected by female Anopheles mosquito. Malaria incidence in Indonesia from 2010 to 2011had decreased, while in Lampung Province showed an increasing pattern. The environment factors, especially climate are very influential to its spreading and incidence, and it is also possible in Lampung Province. The data on malaria incidence per month for 3 years (2010 – 2012) were taken from the Department of Health of the Lampung Province, while climate data (rain fall, rain days, temperature, humidity, wind direction and wind velocity) were obtained from the Meteorology, Climatology and Geophysics Agency (BMKG). Linear regression was used to determine the dominant factors related to the malaria incidence. In January until April rainy season period, climate factors that influenced malaria incidence are wind direction and wind velocity in January, February, and April. In May until October dry season period, temperature and air humidity are the dominant factors on malaria incidence. The increase of 1oC of air temperature will reduce the malaria incidence by 0,096‰ [regression coefficient (β) = -0,096; p = 0,025]. While the increase of one point of air humidity will increase the malaria incidence by 0,009‰ [(β) = 0,009; p = 0,017]. In November until December rainy season period, climate factors that influence malaria incidence are wind direction and wind velocity in December. This research concludes that the influence of climate on malaria incidence in Lampung Province is different in every season.

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

CDK

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Cermin Dunia Kedokteran (e-ISSN: 2503-2720, p-ISSN: 0125-913X), merupakan jurnal kedokteran dengan akses terbuka dan review sejawat yang menerbitkan artikel penelitian maupun tinjauan pustaka dari bidang kedokteran dan kesehatan masyarakat baik ilmu dasar, klinis serta epidemiologis yang menyangkut ...