Cermin Dunia Kedokteran
Vol 44, No 3 (2017): Infeksi

Pengaruh Iklim terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung

-, Apriliana (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Mar 2017

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit karena virus Dengue (DENV) yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Ae. albopictus. Faktor–faktor lingkungan, khususnya iklim sangat berpengaruh pada sebaran dan kejadiannya, yang mungkin juga terjadi di Kota Bandar Lampung. Data jumlah kasus DBD per bulan selama 7 tahun (2006 – 2012) diambil dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, sedangkan data iklim (curah hujan, hari hujan, temperatur udara, dan kelembapan udara) didapatkan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear untuk mengetahui faktor iklim yang mempengaruhi kejadian DBD. Diketahui pada musim hujan periode bulan Januari – April, tidak ada unsur iklim yang berpengaruh terhadap kejadian DBD. Pada musim kemarau periode bulan Mei – Oktober, kelembapan udara merupakan faktor dominan yang berpengaruh terhadap kejadian DBD. Meningkatnya 1 poin kelembapan akan meningkatkan kejadian DBD sebanyak 4 kasus [koefisien regresi (β) = 3,847; p = 0,035]. Pada musim hujan periode bulan November – Desember, curah hujan merupakan faktor dominan yang berpengaruh terhadap kejadian DBD. Meningkatnya 1 kejadian DBD dapat terjadi pada meningkatnya curah hujan sebanyak 2,98 mm3 [(β) = 0,335; p = 0,023]. Pada setiap musim terdapat perbedaan unsur iklim yang berpengaruh terhadap kejadian DBD di Kota Bandar Lampung.Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) is a fever caused by Dengue virus (DENV) transmitted by Ae. aegypti and Ae. albopictus mosquitoes. The environment, especially climate, are very influential to its spreading and occurence, as presumably occurs in Bandar Lampung City. Data on monthly dengue cases for 7 years (2006 – 2012) were taken from the Department of Health of Lampung Province, climate data (rain fall, rain day, temperature, and humidity) were derived from the Meteorology, Climatology and Geophysics Agency (BMKG). Linear regression was used to determine the dominant factors related to the number of dengue cases. In the rainy season in January until April period, no climate factor influenced DHF cases. In the dry season in May until October period, air humidity is the dominant factor on DHF cases. The increase of 1 point of air humidity will increase 4 DHF cases [regression coefficient (β) = 3,847; p = 0,035]. In the rainy season in November until December period, rain fall is the dominant factor on DHF cases. The increase of 2,98 mm3 of rain fall will increase one DHF case [(β) = 0,335; p = 0,023]. This research concludes that the impact of climate variability on dengue cases in Bandar Lampung City is different in every season. In dry season, climate factor that influenced on DHF cases is air humidity, while in rainy season in November until December period, the climate factor is rain fall.

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

CDK

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Cermin Dunia Kedokteran (e-ISSN: 2503-2720, p-ISSN: 0125-913X), merupakan jurnal kedokteran dengan akses terbuka dan review sejawat yang menerbitkan artikel penelitian maupun tinjauan pustaka dari bidang kedokteran dan kesehatan masyarakat baik ilmu dasar, klinis serta epidemiologis yang menyangkut ...