ABSTRAKFilm “Dinasti Penagih Utang Dari Timur: The Debtfathers” merupakan film dokumenter yang berasal dari Indonesia, film ini mengangkat cerita tentang orang yang bekerja di industri penagih utang dari timur Indonesia, khususnya dari Kepulauan Maluku Seram dan Ambon. Pekerjaan debt collector atau penagih utang memang acap kali mendapat diskriminasi atas warna kulit dan paras yang seram akan tetapi bagi mereka merupakan sebagian kecil dari realitas kehidupan. Akan tetapi, stigma jahat akan profesi penagih utang merupakan warisan dari era orde baru, ketika banyak kekerasan yang terjadi di jalanan masih dianggap lumrah. Sosok debt collector selalu menghantui nasabah yang memiliki tunggakan utang maupun kredit macet. Kerap kali para debt collector mempermalukan nasabahnya bahkan mengambil secara paksa barang berharga atau aset penting untuk membayar cicilan pinjaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma kritis dengan teknik analisis semiotika John Fiske. Film “Dinasti Penagih Utang Dari Timur: The Debtfathers” merepresentasikan tindakan premanisme berupa; perlakuan kasar dari debt collector saat menagih utang kepada debitur serta melakukan penekanan fisik maupun psikis.
Copyrights © 2021