Pada era globalisasi terjadi perubahan perilaku pembelian obat secara online. Perubahan tersebut ikut mempengaruhi pelaku bisnis untuk membuat link dan aplikasi yang memfasilitasi masyarakat membeli obat secara online. Meskipun terlihat cepat dan praktis, namun peredaran obat online memunculkan fenomena obat palsu yang sulit dibedakan dengan obat asli. Hasil survey dari penelitian menunjukkan peredaran obat palsu secara online sulit dibedakan dengan obat asli oleh masyarakat karena obat palsu memiliki kemasan yang mirip dengan obat asli. Oleh sebab itu dilakukan solusi lewat kegiatan edukasi cara menyikapi peredaran obat online. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil capaian dan indikator dari kegiatan ini menunjukkan kategori berhasil.
Copyrights © 2021