Perkembangan tekhnologi komunikasi informasi yang kian pesat mempermudah penyebaran materi pornografi. Narkolema disebut sebagai seseorang yang telah berada pada fase candu akan konten pornografi. Kondisi candu akan berbahaya jika tidak segera ditangani dan menyebabkan rusaknya fungsi otak bagian depan yang disebut sebagai pre frontal korteks (PFC). Peran aktif program peer education sebagai salah satu metode dalam melatih tutor sebaya agar lebih terampil secara kognitif, afektif dan psikomotorik dalam mencegah narkolema. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada peningkatan pengetahuan dan sikap peserta pelatihan (tutor sebaya) dalam mencegah narkolema. Jenis penelitian adalah pre-experiment dengan rancangan one-group pretest-posttest design. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 8 tutor sebaya yang dipilih dari hasil recruitment dengan kriteria inklusi yaitu aktif diorganisasi kampus, disenangi oleh teman-teman sebayanya, komunikatif, percaya diri dan dapat menjadi role model bagi teman-temannya. Teknik pengambilan sampel purposive sampling, dan teknik analisis data menggunakan paired t test untuk menguji perbedaan pengetahuan dan sikap sebelum dan setelah diberikan pelatihan peer education. Keputusan pengujian hipotesis penelitian ini berdasarkan taraf signifikansi 5% atau p value = 0,05. Hasil penelitian tidak terdapat perbedaan pengetahuan yang bermakna sebelum dan setelah pelatihan dengan nilai p-value = 0,685 (p>0,05), terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik pada sikap tutor sebaya sebelum dan setelah pelatihan dengan nilai p-value = 0,000 (p<0,05). Kesimpulan tidak terdapat perbedaan pengetahuan yang signifikan pada tutor sebaya sebelum dan setelah pelatihan. Terdapat perbedaan yang signifikan pada sikap tutor sebaya sebelum dan setelah pelatihan.
Copyrights © 2021