Produk kelapa di Kabupaten Banyuasin diperdagangkan dalam bentuk kopra, minyak kelapa dan buah kelapa muda (dogan). Produk komoditi ini memiliki nilai tambah yang kecil. Salah satu upaya untuk meningkatkan nilai tambah adalah mengolah produk kelapa menjadi sabun aroma terapi. Metode transfer teknologi dilakukan dengan demonstration plot yang dilanjutkan dengan praktek oleh peserta. Kelayakan usaha dinilai menggunakan kriteria Net Present Value, Benefit Cost Ratio dan faktor sensitivitas. Kegiatan ini dilakukan dengan pemberdayaan ibu rumah tangga untuk pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Sabun Aroma Terapi di Kelurahan Talang Keramat. Hasil menunjukkan transfer teknologi dapat dengan mudah diserap oleh peserta. Produk sabun dikemas dalam berbagai bentuk kemasan dan telah dijual dalam skala kecil. Hasil analisis finansial menunjukan usaha ini layak dikembangkan dengan nilai BEP 440 unit, B/C ratio 2,63 dan NPV sebesar Rp. 870.000. Kajian analisis sensitivitas menunjukkan usaha ini tetap menguntungkan selama kenaikan biaya produksi tidak melebihi 33% atau penurunan harga jual tidak melebihi 16,875% dari harga dasar perhitungan.
Copyrights © 2020