Leptospirosis adalah penyakit zoonotik yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang berbentuk spiral dari genus leptospira yang patogen, menyerang hewan dan manusia. Penyakit ini lebih sering terjadi dan luas penularannya pada musim penghujan. Penularan terjadi melalui kontak langsung dengan urin yang terinfeksi leptospira atau kontak langsung dengan lingkungan yang terkontaminasi. Tahun 2013 jumlah kejadian leptospirosis di Provinsi Jawa Tengah sebanyak 130 dengan CFR 10,8%. Penelitian dilakukan di Kabupaten Demak, Pati, Banyumas dan Klaten yang memberikan kontribusi cukup besar terhadap angka kejadian leptospirosis di Jawa Tengah. Tujuan penelitian menganalisis serovar bakteri leptospira pada tikus terhadap kejadian leptospirosis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Data kejadian leptospirosis diperoleh dengan melakukan screening pada penderita suspect leptospirosis, data tikus diperoleh dari survei dengan perangkap hidup. Identifikasi bakteri leptospira dengan metode MAT (Microscopic Aglutination Test). Hasil penelitian menunjukkan 3 sampel serum manusia terinfeksi bakteri leptospira dari 19 sampel yang diperiksa. Serovar bakteri leptospira teridentifikasi L.Icterohaemorhagiae dengan titer 1/400, L.Javanica 1/1600, L.cynopteri 1/100, L.bataviae 1/400, L.Naam 1/320, L.Sejroe 1/160 dan L.Castello 1/320. Tikus positif bakteri leptospira sebanyak 3 dari 126 sampel yang diperiksa, dengan serovar L. icterohaemorhagie, L.Javanica, L. Pyrogenes, L. Cynopteri dengan titer 1/100 ~ 1/1600. Penderita leptospirosis dapat terinfeksi bakteri leptospira lebih dari satu jenis serovar demikian juga pada tikus. Ada kesamaan serovar bakteri pada human dan tikus sebagai reservoirnya.Upaya pengendalian dapat dilakukan dengan mengurangi kepadatan tikus di lingkungan pemukiman dan meningkatkan personal hygiene.
Copyrights © 2020