Persalinan dengan ruptur perineum apabila tidak ditangani secara efektif menyebabkan perdarahan dan infeksi menjadi lebih berat, serta pada jangka waktu panjang dapat mengganggu ketidaknyamanan ibu dalam hal hubungan seksual. Ruptur perineum adalah perlukaan jalan lahir yang terjadi pada saat kelahiran bayi baik menggunakan alat maupun tidak menggunakan alat. Rupture perineum di sebabkan paritas, jarak kelahiran, berat badan bayi. Adapun tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk memperoleh hubungan berat badan lahir dengan derajat robekan perineum persalinan normal pada primigravida. Penelitian yang di gunakan adalah jenis penelitian survey dengan metode pendekatan deskriptif. Populasi yang di ambil adalah semua ibu yang melahirkan dan mengalami ruptur perineum tingkat I, tingkat II, tingkat III, tingkat IV di Rumah Sakit Umum Daerah Salewangang Maros sebanyak 528 orang dan sampel penelitian adalah jumlah seluruh ibu yang mengalami rupture perineum dan berat badan lahir tahun 2019 sebanyak 282 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan total sampling. Menunjukkan bahwa dari 282 Sampel, 84 (29,8 %) derajat 1 risiko tinggi dan risiko rendah, 99 (35,1 %), derajat 2 risiko tinggi dan risiko rendah, 58 (20,5 %) derajat 3 risiko tinggi dan risiko rendah, 41 (14,6 %) derajat 4 risiko tinggi dan risiko rendah. (p-value = 0,002 0,05). Dengan demikian Ha diterima dan Ho ditolak
Copyrights © 2021