Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Vol 33, No 1 (2014): Maret 2014

PENGUATAN KELEMBAGAAN GAPOKTAN PUAP DALAM PENERAPAN TEKNOLOGI PADI SPESIFIK LOKASI

Syahrul Bustaman (Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Jalan Tentara Pelajar No. 10, Bogor 16114 Telp. (0251) 8351277, Faks. (0251) 8350928,)



Article Info

Publish Date
15 Mar 2014

Abstract

Petani padi umumnya belum menerapkan teknologi secara optimal sehingga produktivitasnya rendah. Salah satu penyebabnya ialah kurangnya modal kerja. Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) Kementerian Pertanian merupakan salah satu program untuk mengatasi masalah modal kerja petani, di antaranya dengan menyalurkan dana Rp100 juta kepada setiap gabungan kelompok tani (gapoktan). Sebagian besar kelompok tani PUAP juga memperoleh bantuan dana untuk pertemuan kelompok, benih, dan pupuk melalui program Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT). Adopsi teknologi PTT terbukti mampu meningkatkan produk-tivitas padi. Sebanyak 80% petani PUAP di Kabupaten Serang dan Lebak di Provinsi Banten sudah menggunakan varietas unggul baru (VUB) seperti Ciherang, Inpari, Cigeulis, Way Apo Buru, dan Situ Bagendit. Sistem tanam jajar legowo telah diadopsi oleh 40% petani dan 75% petani sudah menggunakan pupuk organik. Bantuan modal kerja dari PUAP dapat meningkatkan kinerja usaha tani sehingga produktivitasnya meningkat. Fasilitasi pemerintah daerah yang diperlukan untuk mendukung keberhasilan program PUAP meliputi kebijakan, sarana dan prasarana, serta insentif bagi kelompok tani dalam mengembangkan teknologi padi spesifik lokasi.

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

jppp

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Jurnal ini memuat tinjauan (review) mengenai hasil-hasil penelitian pertanian pangan hortiikultura, perkebunan, peternakan, dan veteriner yang telah diterbitkan, dikaitkan dengan teori, evaluasi hasil penelitian dan atau ketentuan kebijakan, yang ditujukan kepada pengguna meliputi pengambil ...