Merger yang dilakukan akan mengurangi jumlah bank yang ada, sehingga dapat mendukung tujuan pemerintah untuk meningkatkan penetrasi bank syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kinerja keuangan antara sebelum dan sesudah merger (efek instan) PT. Bank Syariah Indonesi. Kinerja diukur menggunakan 5 rasio keuangan yaitu FDR, BOPO, CAR, NPM, dan ROA. Objek penelitian adalah PT. Bank Syariah Indonesia periode observasi (2009-2021). Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan untuk menguji hipotesis menggunakan uji beda Independent Sample t Test. Hasil dari analisis deskriptif menunjukkan bahwa setelah merger, terdapat peningkatan kinerja pada NPM, sedangkan FDR, BOPO, CAR dan ROA cenderung terjadi penurunan. Diperoleh hasil uji beda Independent Sample t Test, bahwa terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah merger pada rasio BOPO dan NPM sedangkan FDR , CAR dan ROA tidak terdapat perbedaan.
Copyrights © 2022